Materi Tumbuhan Lumut

Materi Tumbuhan Lumut

Assalammualaikum, selamat pagi dan selamat datang di situs mata pelajaran onlien Buku IPA. Berikut ini Guru IPA akan membahas mata pelajaran Biologi tentang “Tumbuhan Lumut“. Berikut pembahasaan materi pelajarannya, sebagai berikut:

Klasifikasi-Tumbuhan-Lumut

Pengertian Tumbuhan Lumut

Lumut adalah kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut.

Lumut adalah tumbuhan kecil yang sering kita lihat menempel di pepohonan, bebatuan atau di atas tanah. Umumnya lumut berwarna hijau dengan bulu-bulu halus yang terdapat disetiap bagian tumbuhnya. Lumut termasuk divisi bryophyte, berasal dari bahasa yunani yang berarti “tumbuhan lumut”, pada umumnya lumut berwarna hijau, karena mempunyai sel-sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b, dengan demikian lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya.

Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama.

Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik.


Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Dibawah ada beberapa ciri-ciri tumbuhan lumut, sebagai berikut:

  1. Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
  2. Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
  3. Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
  4. Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
  5. Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
  6. Sporofit terdiri atas kapsul dan seta. Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.

Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut

Dibawah ini ada beberapa struktur tubuh tumbuhan lumut, sebagai berikut:

  1. Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  2. Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).
  3. Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian – bagian sebagai berikut:
  • Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjang membentuk rizoid-rizoid epidermis.
  • Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks.
  • Silinder pusat terdiri dari sel-sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk mengangkut air dan garam-garam mineral (makanan). Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
  1. Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel-sel daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
  2. Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
  3. Rizoid tampak seperti rambut / benang- benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam mineral (makanan).
  4. Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
  • Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
  • Seta atau tangki
  • Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora
  • Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora
  • Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora

Metagenesis Tumbuhan Lumut

Berdasarkan skema siklus hidup tumbuhan lumut, jelas tampak bahwa adanya fase sporofit didahului fase gametofit atau sebaliknya. Kedua fase itu terjadi secara bergantian. Peristiwa semacam itu disebut pergantian keturunan (generasi) atau metagenesis. Jadi, metagenesis adalah pergiliran keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit. Pada tumbuhan lumut fase gameofit lebih dominan daripada fase sporofit.


Reproduksi Lumut

Reproduksi  lumut  bergantian  antara  seksual  dengan  aseksualnya, reproduksi  aseksualnya dengan  spora  haploid  yang  dibentuk  dalam  sporofit,  sedangkan  reproduksi  seksualnya  dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium , yaitu sebagai berikut:

  1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.
  2. Anteredium  adalah  gametangium  jantan  yang  berbentuk  bulat  seperti  gada.  Dinding anteredium terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

Reproduksi aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis.


Habitat Lumut

Lumut mengalami siklus hidup diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar

Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya.

Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous).

Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit. Selanjutnya pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit, seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya.

Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis. Setelah spora masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap.


Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Dibawah ini ada beberapa klasifikasi tumbuhan lumut, sebagai berikut:


  1. Lumut Daun (Musci)

Lumut Daun

Lumut daun banyak terdapat ditempat-tempat yang lembab, mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun. Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain: Polytricum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut Sphagnum.


  1. Lumut Hati (Hepaticeae)

Lumut Hati

Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Di dalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Disebut lumut hati, karena bentuknya menyerupai hati.

Tempat tumbuhnya pada tanah-tanah yang cukup basah. Lumut hati ada 2 macam yaitu lumut hati jantan dan betina, masing-masing menghasilkan anteridium dan arkegonium. Dari anteridium ke luar sel kelamin jantan sedangkan dalam arkegonium terdapat sel telur. Pembuahan berlangsung dengan bantuan air. Oleh karena itu tempat basah dan sedikit berair merupakan suatu tempat yang baik untuk tumbuhnya.

Air hujan atau percikan air membantu penyerbukan. Seperti halnya lumut daun, pada lumut hatipun terdapat pergiliran turunan. Di dalam sporangia terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut elatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga membantu memencarkan spora. Lumut hati juga dapat melakukan reproduksi aseksual dengan seberkas sel yang disebut mangkok di permukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Porella.


  1. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)

Lumut Tanduk

Mempunyai gametofit lumut hati; perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti anduk dari gametofit, masing-masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar, lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis.

Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan Bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya.  Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul.


Manfaat Tumbuhan Lumut

Dibawah ini ada beberapa manfaat tumbuhan lumut, sebagai berikut:

  • Bermanfaat sebagai obat antiseptik pada Tumbuhan Lumut Frullania Tamanisci (lumut hati)
  • Mengandung senyawa berguna dalam mengobati penyakit jantung pada tumbuhan lumut Crateneuron filicinum (lumut daun)
  • Digunakan untuk obat dalam pertumbuhan rambut pada tumbuhan lumut Fissidens japonicum (lumut daun)
  • Berguna sebagai obat hepatitis, dan menghilangkan toksin akibat dari gigitan ular pada tumbuhan lumut Marchantia Polymorpha (lumut daun)
  • Memiliki manfaat yang berguna untuk mengobati tekanan darah tinggi dan juga sebagai obat bius pada tumbuhan lumut Rhodobryum giganteum (lumut daun)
  • memiliki manfaat yang berguna dan berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar, dan luka luar pada tumbuhan lumut Conocephalum conicum (lumut hati)
  • Berguna dalam mengobati penyakit pneumonia pada tumbuhan lumut Haplocladium catillatum (lumut daun)
  • Memiliki manfaat yang digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas dan membantu penyerapan air dan menjaga kelembapan tanah pada tumbuhan lumut Sphagnum
  • Berfungsi sebagai penyedia oksigen
  • Dapat mengobati penyakit kulit dan mata

Daftar Pustaka:

  1. Gradstein, S.R., 2003, Ecology of Bryophyta. A Handout Lecture of Regional Training Course On Biodeversity and Conservation of Bryophytes and Lichens, Bogor, Indonesia.
  2. Hasan, M. dan Ariyanti, N. S. 2004, Mengenal Bryophyta (Lumut) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Volume 1, Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas.
  3. Tan, B.C., 2003, Bryophytes (Mosses). A Handout Lecture of Regional Training Course On Biodeversity And Conversation of Bryophytes And Lichen, Bogor, Indonesia.
  4. Tjitrosoepomo, G., 1989, Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Demikian Pembahasan Materi Mata Pelajaran Biologi Tentang Klasifikasi Tumbuhan Lumut: Pengertian, Ciri, Struktur, Metagenesis, Reproduksi, Habitat dan Manfaat

Semoga Bermanfaat Bagi Siswa dan Siswi


Baca Artikel Lainnya:


Share This: