Fungsi Hati Pada Manusia

Assalammualaikum, selamat pagi dan selamat datang di situs mata pelajaran onlien Buku IPA. Berikut ini Guru IPA akan membahas mata pelajaran Biologi tentang “Fungsi Hati“. Berikut pembahasaan materi pelajarannya, sebagai berikut:

Fungsi Hati Pada Manusia

 

Pengertian Hati

Hati adalah suatu kelenjar terbesar dan juga kompleks yang ada di dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan serta memiliki beragam fungsi, salah satunya adalah membantu dalam pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi.


Fungsi Hati Pada Manusia

Setiap organ yang ada dalam tubuh manusia, pasti mempunyai fungsi serta peranannya masing-masing dalam terciptanya sistem organ. Berikut fungsi hati, yaitu sebagai berikut:


  1. Pembuangan zat birilubin

Mengapa air pipis berwarna kuning? Mengapa upil cenderung berwarna kuning, kehijauan, atau cokelat? Dan hal-hal yang lainnya. Hal ini erat kaitannya dengan zat birilubin yang ada pada tubuh. Zat ini di nilai tidak baik bagi tubuh, sehingga harus untuk dikeluarkan, yang pada umumnya lewat sistem ekskresi. Dengan zat bilirubin ini memberikan warna kuning untuk kotoran yang dikeluarkannya.


  1. Pengubah zat makanan dari usus

Makanan yang masuk ke tubuh kemudian dicerna dan diproses lebih lama di usus manusia. Di usus makanan akan diserap berbagai macam bahan yang masih dapat digunakan, masih dapat menghasilkan gizi dan nutrisi bagi tubuh. Hati berperan sebagai pengubah zat makanan menjadi zat yang dapat digunakan sesuai dengan kemampuannya. Seperti pada protein, yang akan disimpan sementara di dalam tubuh. Pada saat terdapat sel tubuh yang rusak, kemudian dikeluarkan guna membantu memperbaiki sel yang rusak tersebut.


  1. Pengontrol sirkulasi tubuh

Hati juga berperan penting sebagai pengontrol sirkulasi tubuh. Hal ini erat kaitannya dengan darah serta pengaturan suhu yang ada di dalam tubuh. Hati dapat membuat sirkulasi tubuh menjadi normal dan lebih lancar.


  1. Pengontrol suhu

Hati juga berperan sebagai pengontrol suhu. Cara kerjanya yaitu dengan menaikkan suhu tubuh pada saat lingkungan luar suhunya rendah. Menurunkan suhu tubuh pada saat lingkungan luar suhunya tinggi. Hal ini bertujuan supaya yang ada dalam tubuh bersifat netral.


  1. Membantu pembentukan eritrosit di dalam janin

Eritrosit yang terdapat di dalam janin belum dapat terbentuk secara sempurna. Maka harus dibantu dengan cara perombakan supaya dapat memproduksi sel darah merah (eritrosit) yang baik. Salah satunya yaitu dengan menggunakan hati.


  1. Membunuh organisme dan anti gen

Apabila terdapat sesuatu yang masuk ke tubuh, maka akan dianggap sebagai benda asing atau pathogen. Hati berperan sebagai penawar racun dengan cara membunuh organism serta antigen yang di nilai sebagai sebuah benda yang berbahaya bagi tubuh.


  1. Penghancuran sel eritrosit

Meskipun hati berfungsi untuk membentuk sel darah merah, selain itu hati juga berperan sebagai penghancur sel darah merah. Sel darah merah yang dimaksud yaitu yang sudah masuk pada masa tua atau kualitasnya yang sudah tidak baik yang kemudian akan dihancurkan, selanjutnya akan diproduksi sel darah merah yang baru.


  1. Pengontrol komposisi darah yang masuk ke dalam tubuh

Darah yang masuk ke tubuh, tidak hanya sebagai darah biasa. Namun, terdiri atas komposisi-komposisi seperti : gula, lemak, protein, dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan tubuh. Hal ini karena salah satu fungsi darah ialah untuk mengedarkan nutrisi yang pada tubuh ke organ-organ yang lainnya. Hati memiliki peran sebagai pengontrol komposisi darah pada saat melewati hati.


  1. Membentuk urea

Pipis atau air kencing yang dikeluarkan merupakan hasil rombakan yang berasal dari zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan bagi tubuh. Pada saat melalui tahap filtrasi, hati kemudian menambahkan urea sebagai hasil dari sisa perombakan asam amino. Yang kemudian zat-zat yang tidak dibutuhkan tersebut di olah lebih lanjut pada ginjal.


  1. Pengemulsi lemak dan makanan

Hati dapat membantu empedu untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam tubuh. Cairan empedu tersebut berasal dari dalam eritosit yang akan dilakukan perombakan lemak serta makanan. Empedu ialah organ yang mempunyai warna hijau. Kantong kelenjar empedu dapat mengeluarkan cairan sebanyak 1/2 (setengah) liter per hari dengan rasa yang pahit.


  1. Pengontrol gula darah

Hati juga dapat untuk mengontrol gula darah. Pada saat metabolisme tubuh selesai dalam memproses hasil makanan, kandungan zat yang mengandung glukosa yang berlebih kemudian diproses di hati. Proses tersebut berupa suatu konversi pengolahan glukosa menjadi glikogen. Apabila tubuh membutuhkan glukosa, maka hati siap guna mengembalikan konversian dari glikogen menjadi glukosa.


  1. Penyimpan vitamin

Terdapat 2 jenis pelarutan vitamin yaitu jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain : vitamin A, D, E, serta K, dan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B. Jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak tadi kemudian disimpan di hati sebelum diedarkan ke organ tubuh yang lain.


  1. Pengatur kadar darah

Hati dapat mengontrol kadar nutrisi dan oksigen yang kemudian akan disalurkan ke organ-organ tubuh lainnya sehingga fungsi tubuh dapat lebih optimal tanpa kekurangan ataupun kelebihan nutrisi dan oksigen.


  1. Tempat penyimpanan glikogen

Glikogen atau gula otot ialah energi manusia guna melakukan aktivitas. Jadi, pada saat makanan yang ada pada tubuh di cerna, maka zat hasilnya berupa glukosa. Lalu diubah oleh hormon insulin yang ada di tubuh, hingga berwujud gula otot yang disimpan sementara di hati sebelum digunakan. Apabila glikogen sisa, maka glikogen atau gula otot tersebut dapat berubah menjadi lemak.


  1. Pengontrol hormon tubuh

Hati juga dapat mengontrol hormon tubuh. Terdapat beberapa hormon yang dihasilkan oleh hati, yang pada umumnya berkaitan dengan pengolahan glukosa menjadi glikogen dan sebaliknya yaitu pengolahan glikogen menjadi glukosa.


  1. Penawar racun

Hati dapat untuk menetralkan, menawarkan, atau biasa disebut dengan istilah detoksifikasi racun-racun yang terdapat dalam tubuh. Secara alamiah, apapun itu yang masuk ke tubuh manusia dapat berpotensi sebagai racun. Oleh sebab itu, hati dapat menawarkan zat-zat tersebut supaya bersifat netral bagi tubuh. Misalnya berbagai zat yang dapat dianggap sebagai racun antara lain : obat-obatan, alkohol, dan nikotin.


  1. Penyimpan mineral

Selain fungsi hati yang berperan sebagai penyimpan vitamin, hati juga dapat berperan sebagai penyimpan mineral. Menurut penelitian terkait, membuktikan bahwa hati dapat menyimpan mineral pada tubuh manusia. Yang kemudian akan di aktifkan kembali pada saat hendak digunakan tubuh. Seperti zat besi yang digunakan guna penyusunan hemoglobin untuk pembentukan sel darah merah.


  1. Mencegah penggumpalan darah

Penggumpalan darah pada umumnya terjadi karena mengalami luka akibat kecelakaan, jatuh, dan kejadian-kejadian yang lainnya yang dapat menyebabkan luka. Tidak sekedar luka, namun jika sampai mengeluarkan darah. Tubuh yang terbuka secara normal dapat mengeluarkan darah.

Kemudian beberapa saat, apakah pendarahan tersebut berhenti? Hal ini erat kaitannya dengan peran protombin dan fibrinogen yang bekerja guna menutup luka serta mencegah terjadinya penggumpalan darah. Apabila tidak dilakukan hal tersebut maka darah akan terus keluar, hal ini yang tentunya dapat membahayakan tubuh manusia.


  1. Menyempurnakan eritrosit atau sel darah merah

Darah merah merupakan suatu cairan yang tidak dapat bertahan lama berada di dalam tubuh. Oleh sebab itu dibutuhkan zat yang dapat berguna sebagai penyempurna dari eritrosit ini. Zat tersebut ialah hermatin.


  1. Pengontrol asam amino

Hati dapat berperan sebagai pengontrol asam amino yang ada pada tubuh. Apabila kelebihan asam amino, maka akan disiapkan blok bangunan khusus untuk asam amino. Sehingga pada saat dibutuhkan, akan disediakan kembali.


  1. Produksi sistem imunnitas

Hati mempunyai peran sebagai produktor sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut erat kaitannya dengan fungsinya yang dapat melawan serta membunuh bakteri yang masuk ke tubuh.


  1. Produsen hermatin

Hermatin ialah suatu zat yang diproduksi oleh hati guna melindungi sek darah merah, hal ini sebab darah merah tidak dapat bertahan lama di tubuh manusia.


  1. Menghasilkan protein

Terdapat beberapa jenis protein yang dapat dihasilkan oleh hati yang memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.


  1. Pengontrol sirkulasi darah

Hati erat kaitannya dengan sirkulasi darah mengingat bahwa hati terhubung dengan 2 (dua) pembuluh darah besar yang mentransportasikan darah kaya akan nutrisi serta oksigen ke bagian-bagian tubuh lainnya.


  1. Filter sampah tubuh

Manusia sebagai makhluk yang memerlukan makanan guna menopang kehidupannya. Oleh sebab itu, manusia tidak memakan satu atau dua jenis makanan yang sama tiap harinya, melainkan banyak ragam jenisnya. Dari berbagai jenis makanan yang di makan tersebut, banyak juga makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya yaitu kolesterol. Sampah kolestrol tersebut kemudian disaring oleh hati guna di ambil zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan kemudian membuang zat sisanya.


  1. Menyimpan energi

Hati dapat menyimpan energi bagi tubuh dalam bentuk glikogen yang akan diubah menjadi glukosa pada saat kadar glukosa darah rendah.


  1. Sistem pencernaan sekunder

Nutrisi yang berasal dari makanan serta minuman yang dikonsumsi kemudian diserap melalui usus. Namun sebelum diserap oleh usus, makanan tersebut dipilah-pilah terlebih dulu oleh hati guna menentukan nutrisi yang akan diserap atau racun yang akan dibuang.


Demikian Pembahasan Materi Mata Pelajaran Biologi Tentang 27 Fungsi Hati Pada Manusia Beserta Penjelasannya dari Bukuipa

Semoga Bermanfaat Bagi Siswa dan Siswi


Baca Artikel Lainnya: