Pengertian Metamorfosis, Perbedaan, Jenis dan Contohnya

Assalammualaikum, selamat pagi dan selamat datang di situs mata pelajaran onlien Buku IPA. Berikut ini Guru IPA akan membahas mata pelajaran Biologi tentang “Metamorfosis“. Berikut pembahasaan materi pelajarannya, sebagai berikut:

Pengertian Metamorfosis, Perbedaan, Jenis dan Contohnya

Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik maupun struktur sesudah kelahiran ataupun penetasan yang secara terbuka berbeda.


Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Berikut ini terdapat 4 (empat perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna, antara lain sebagai berikut:


1. Jumlah Stadium

Perbedaan pada pertama ini terletak pada jumlah stadium yang dilalui keduanya. Stadium yang dilalui pada proses metamorfosis sempurna biasanya berjumlah sekitar empat (4), yakni stadium telur, stadium larva, stadium pupa dan stadium imago. Sementara stadium yang dilalui pada proses metamorfosis tidak sempurna hanya berjumlah tiga (3), yakni stadium telur, stadium larva atau nimfa dan stadium imago.


2. Perbedaan Contoh

Berikut ini beberapa contoh hewan yang memperoleh perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna tersebut. Contoh hewan yang memperoleh metamorfosis sempurna, yakni kupu kupu, nyamuk dan capung. Sedangkan contoh hewan yang memperoleh metamorfosis tidak sempurna, yakni belalang, kecoa, jangkrik, dan tengeret.


3. Perubahan Bentuk

Dalam metamorfosis sempurna, suatu makhluk hiduo akan mempunyai bentuk yang sangat berbeda antara 1 stadium dengan stadium lainnya. Contohnya ialah nyamuk. Nyamuk mempunyai bentuk stadium telur, larva, pupa dan imago yang sangat berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Sedangkan pada metamorfosisi tidak sempurna kita bisa mengamati pada nimfa kecoa dan samakan dengan kecoa dewasa atau antara nimfa belalang dengan belalang dewasa. Kedua stadium tersebut tidak memperoleh perubahan yang signifikan.


4. Tidak Terdapat Stadium Pupa

Stadium pupa atau stadium kepompong merupakan stadium yang dilewati oleh hewan yang memperoleh metamorfosis sempurna. Stadium pupa menjadi masa peralihan antara stadium larva mengarah ke stadium imago yang menjadikan makhluk hidup berada dalam masa inaktif.

Sedangkan, hewan yang tidak memperoleh stadium pupa biasanya akan termasuk hewan dengan metamorfosis tidak sempurna.


Jenis Metamorfosis

Berikut ini terdapat dua (2) jenis metamorfosi, antara lain sebagai berikut:


A. Metamorfosis Sempurna dan Contohnya

Metamorfosis Sempurna merupakan Metamorfosis sempurna adalah metamorfosis yang perkembangan individu mahluk hidup melalui tahap telur–larva–pupa–imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago (dewasa).


Contohnya

Berikut ini terdapat lima (5) contoh para metamorfosis sempurna, antara lain:


1. Katak

Metamorfosis Pada Katak
Metamorfosis Pada Katak

Katak adalah salah satu hewan amfibia yang paling populer. Saat kanak-kanak, biasanya kita mengejar katak dan menjadikannya sahabat saat bermain. Namun beranjak dewasa, pola pikir terhadap katak berubah dan kita menganggapnya sebagai salah satu binatang yang menjijikan. Hal ini boleh jadi dikarenakan kulitnya yang berlendir. Banyak di antara kita yang gagal membedakan yang mana katak dan yang mana kodok. Memang sepintas keduanya mirip. Meski demikian, jika Anda jeli Anda akan dengan mudah menemukan perbedaannya. Katak sendiri memiliki kulit yang kasar dengan bintil hingga berbingkul. Ia memiliki kulit yang cenderung kering dan kaki pada bagian belakangnya cenderung pendek. Hal sebaliknya terdapat pada kodok. Ia memiliki kulit yang lembab berlendir, kaki belakang yang panjang dan tubuh yang bulat atau gempal. Meski dibedakan, namun metamorfosis katak dan juga kodok sama saja. Hidup mereka dimulai dari telur kemudian menjadi kecebong atau berudu dan kemudian menjadi katak atau kodok yang dewasa.

Kehidupan katak juga kodok dimuali dari telur yang oleh sang indukan diletakkan di air atau di tempat-tempat yang basah seperti lumut. Dalam sekali bertelur, induk katak atau kodok bisa mengeluarkan hingga 20000 butir telur. Jumlah ini bergantung pada tingkat kesehatan sang induk. Dalam setahun, induk katak atau kodok bisa bertelur sebanyak 3 kali. Selanjutnya, telur katak akan menetas dan jadilah berudu atau yang biasa kita namai kecebong. Bentuknya serupa dengan anak ikan dengan warna hitam pada sekujur tubuhnya. Kecebong ini bernafas dengan insang yang pada usia tiga minggu akan tertutup secara alamiah oleh kulitnya yang terus tumbuh.

Selanjutnya, metamorfosis katak akan terlihat dari tubuh berudu yang mulai ditumbuhi kaki pada bagian belakang. Biasanya progress ini terlihat di usia delapan minggu. Setelah kaki belakang tersebut tumbuh hampir sempurna, maka kaki bagian depan pada berudu juga akan tumbuh hingga berudu berusia 12 minggu. Selanjutnya, pada bagian ekor berudu akan tumbuh namun perlahan. Dan, ia juga akan memiliki paru-paru sehingga benar-benar menjadi katak dewasa yang hidup di daratan.

Metamorfosis katak ini paling umum dijadikan contoh metamorfosis sempurna. Meski tidak melewati tahapan pupa atau kepompong seperti siklus metamorfosis serangga, namun katak juga mengalami transformasi yang utuh. Jika diperhatikan, berudu yang berangsur-angsur menjadi katak muda yang memiliki ekor. Katak muda ini berbeda dengan katak dewasa. katak muda masih memiliki ekor sementara setelah dewasa, katak tak lagi terlihat memiliki bagian ekor pada tubuhnya. Oleh sebab itu, katak juga bisa disimpulkan melewati 4 tahapan metamorfosis yaitu telur, berudu, katak muda dengan ekor dan katak dewasa tanpa ekor.


2. Kupu-Kupu

Metamorfosis Pada Kupu-Kupu
Metamorfosis Pada Kupu-Kupu

Proses metamorfosis pada kupu kupu, yaitu Telur, Ulat, Kepompong dan Kupu-kupu.

Proses metamorfosis kupu-kupu melalui beberapa tahap fase. Fase pertama adalah telur (ovum, plural ova), fase kedua adalah ulat atau caterpillar (larva, larvae), fase ketiga adalah kepompong atau kokon atau chrysalis (pupa, pupae) dan fase keempat adalah insekta berupa kupu-kupu atau imago (plural imagines). Berikut adalah tahapan proses metamorfosis kupu-kupu, antara lain:


  • Telur

Telur akan menetas menjadi larva setelah 3-5 hari.


  • Larva (Ulat)

Setelah telur menetas menjadi larva maka larva akan mencari makan, tetapi beberapa larva mengkonsumsi cangkang telurnya yang kosong sebagai bahan makanan pertama. Pada saat pertumbuhan, kulit luar larva tidak ikut meregang, tetapi ketika kulit luar larva menjadi sangat ketat, larva akan berganti kulit. Pada umumnya larva berganti kulit sebanyak 4-6 kali, periode pergantian kulit (molting) disebut juga instar. Ketika larva telah mencapai pertumbuhan maksimal maka larva akan berhenti makan lalu mencari tempat berlindung dan melekatkan diri pada ranting atau daun. Pada tahap ini larva telah berada pada fase prepupa dan akan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa (kepompong).


  • Pupa (Kepompong)

Meskipun pada saat fase pupa seperti periode istirahat, tetapi di dalam pupa sedang terjadi proses pembentukan kupu-kupu yang berlangsung sekitar 7-20 hari tergantung jenis spesies.


  • Kupu-Kupu

Setelah kupu-kupu muda keluar dari pupa (kepompong) maka kupu-kupu muda akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah serta mengembang secara normal. Setelah sayap kering, mengembang, dan kuat maka sayap akan membuka dan menutup beberapa kali, kupu-kupu muda akan mencoba terbang, kupu-kupu muda akan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa dan berada pada fase imago.


3. Nyamuk

Metamorfosis Pada Nyamuk
Metamorfosis Pada Nyamuk

Nyamuk mengalami prosesdaur hidup mulai dari telur, larva, pupa, hingga nyamuk dewasa, antara lain:

  1. Fase telur, yaitu nyamuk akan meletakkan telurnya pada daun yang lembab atau kolam kering. Pengeraman (inkubasi) yang sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya.
  2. Fase larva, yaitu pada periode ini, Nyamuk akan berganti kulit.
  3. Fase pupa, yaitu pada fase ini Nyamuk berada didalam kepompong pupa yang lumayan dewasa dan siap untuk terbang dengan semua organ lengkapnya seperti belalai, sayap, kaki, dada, perut, antenaa dan bola mata besar.
  4. Fase nyamuk dewasa, yaitu pada fase ini nyamuk sudah memiliki organ tubuh yang lengkap dan sudah siap untuk mencari makanannya sendiri tapi sebelum itu semua terjadi, Nyamuk itu sendiri harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya saja yang boleh menyentuh permukaan air.

4. Lalat

Metamorfosis Pada Lalat
Metamorfosis Pada Lalat

Metamorfosis lalat dimulai dari telur hasil fertilisasi. Metamorfosis lalat yang ditandai berubahnya telur menjadi larva dibagi kedalam dua periode, antara lain:

  • Periode embrionik merupakan fase dimana lalat melakukan fertilisasi dan kemudian menghasilkan telur yang kemudian menetas menjadi larva muda hanya dalam kurun waktu 24 jam saja. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung.
  • Periode postembrionik merupakan periode setelah telur berubah menjadi larva (larva instar I, larva instar II dan larva instar III). Setelah masa instar selesai, metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa atau kepompong dan kemudian selanjutnya menjadi Imago yang ditandai pada perkembangan pada bagian sayap hingga akhirnya menjadi lalat dengan tubuh yang sempurna.

5. Lebah Madu

Lebah Madu adalah serangga yang termasuk pada kelompok Holometabola, yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang memperoleh metamorfosis sempurna, antara lain:

  1. Telur, yaitu dihasilkan oleh ratu lebah dan disimpan di dalam sel-sel.
  2. Larva, yaitu hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
  3. Pupa, yaitu kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
  4. Imago, yaitu fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Siklus metamorfosis sempurna pada lebah madu, antara lain:

  • Ratu menghasilkan telur-telur dan disimpan di dalam sel-sel.
  • Selanjutnya telur akan berubah menjadi ulat-ulat atau larva.
  • Larva akan membesar dan berkembang membentuk pupa.
  • Pupa berubah dan  berkembang kepada bentuk seekor lebah.

6. Kumbang

Metamorfosis Pada Kumbang
Metamorfosis Pada Kumbang

Tahapan pada metamorfosis sempurna yang terjadi pada kumbang, yaitu telur-nimfa-pupa-imago (kumbang dewasa).


B. Metamorfosis Tidak Sempurna dan Contohnya

Metamorfosis tidak sempurna merupakan metamorfosis yang melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi imago (dewasa).

Nimfa adalah hewan muda yang mirip dengan hewan dewasa tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Nimfa akan mengalami molting (pergantian kulit), setiap kali setelah molting mahluk hidup itu kelihatan lebih mirip dengan hewan dewasa.


Contohnya

Berikut ini terdapat lima (5) contoh para metamorfosis tidak sempurna, antara lain:


1. Belalang

Metamorfosis Pada Belalang
Metamorfosis Pada Belalang

Belalang termasuk serangga yang bermetamorfosis tidak sempurna karena sewaktu telur menetas menjadi larva yang sangat mirip dengan belalang dewasa tapi tidak memliki sayap dan struktur reproduksi, larva akan mengalami beberapa kali ganti kulit sebelum menjadi dewasa.


2. Ayam

Metamorfosis Pada Ayam
Metamorfosis Pada Ayam

Pertumbuhan dan perkembangan ayam merupakan fase metamorfosis tidak sempurna. Pertumbuhan dan perkembangannya dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot tumbuh dan berkembang dengan tahap “zigot-morula-blastula-gastrula” hingga terbentuknya embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam  jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi orgasme, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.


3. Kecoa

Metamorfosis Pada Kecoa
Metamorfosis Pada Kecoa

Kecoa dalam perkembangbiakannya mengalami metamorfosis tidak sempurna dimana siklus hidupnya ada tiga fase perkembangan, antara lain:

  1. Fase telur, yaitu telur kecoa dilindungi oleh sejenis kapsul yang disebut ootheca. Telur menetas setelah berumur 28 hari (kecoa German ) dan 2 bulan (kecoa Amerika).
  2. Fase nimfa, yaitu periode Nimfa 60 hari dengan 5-7 kali ganti kulit (kecoa German) dan 6-12 bulan dengan 13 kali ganti kulit (kecoa Amerika).
  3. Fase Imago, yaitu ukuran panjang kecoa German 12 mm dan lebar 4 mm sedang kecoa Amerika 35 mm dan lebar 13 mm.

4. Capung

Metamorfosis Pada Capung
Metamorfosis Pada Capung

Capung memperoleh tiga (3) tahapan pada metamorfosis, antara lain:

  • Fase telur, yaitu telur capung diselimuti dengan lendir sehingga terasa sangat licin saat dipegang. Telur tersebut akan berubah menjadi larva setelah dua hari sampai satu minggu, kemudian bertransformasi menjadi Nimfa. Perubahan yang menandai larva menjadi nimfa adalah pergantian kulit.
  • Fase Nimfa, yaitu memakan waktu hingga 4 tahun lamanya. Selama menjadi nimfa, capung akan mengalami molting denganberganti kulit sampai 12 kali.
  • Hewan dewasa, yaitu selepas dari fase nimfa, capung menjadi hewan yang sempurna dan dewasa. Nimfa yang hendak berubah menjadi capung akan keluar dari air untuk mencari bebatuan atau tumbuhan untuk melekatkan diri hingga berubah menjadi capung.

5. Rayap

Metamorfosis Pada Rayap
Metamorfosis Pada Rayap

Rayap adalah serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Rayap mempunyai siklus metamorphosis mulai dari telur, nimfa hingga menjadi dewasa yang dapat menjadi berbagai bentuk kasta yaitu pekerja, prajurit dan reproduktif. Hanya kasta pekerja yang bias makan langsung dari sumber makanan. Kasta lainnya menunggu disuapi oleh kasta pekerja.


6. Kepik

Metamorfosis Pada Kepik
Metamorfosis Pada Kepik

Kepik merupakan contoh hewan yang memperoleh metamorfosis tidak sempurna. Daur hidup yang dilewati meliputi, telur-nimfa-pupa-imago (kepik dewasa).


Demikian Pembahasan Materi Mata Pelajaran Biologi Tentang Pengertian Metamorfosis, Perbedaan, Jenis dan Contohnya dari Bukuipa

Semoga Bermanfaat Bagi Siswa dan Siswi


Baca Artikel Lainnya: